Thursday, March 24, 2011

~tawakal kepada ALLAH~

Posted by Marlya Asri at 7:35 PM
reaksi korang? 
..........السلام عليكم


kat sini aku ingin menceritakan 1 cerita yang aku telah baca kat 1 buku yang aku baru beli..kisah nie mmg memberi pengajaran kepada kita,,so selamat mmbaca dan renung2kan lah yek...kisah nya macam nie......


Hatim Asham, seorang zuhud pada zamannya, adalah seorang lelaki fakir. dia memeliki keluarga yang menjadi tanggungannya. mereka hidup dalam keadaan susah. namun begitu, dia memiliki keyakinan yang luar biasa kuat kepada Allah.


pada suatu malam, dia duduk bersama teman-temannya membincangkan haji dan ziarah ke Baitullah. perbualan itu berkesan dalam hatinya hingga dia bmaksud pergi ziarah. dia ulang kerumah dan berkata kepada keluargannya:  "jika kamu setuju aku pergi berziarah ke Baitullah, aku akan mendoakan kamu."
"ditengah kefakiran dan keluargamu yang banyak ini, hendak ke mana engkau pergi? ziaah ke Baitullah adalah wajib bagi orang yang kaya dan mampu," kata isterinya.


anak-anaknya pun membenarkan komen ibu mereka, kecuali seorang anak perempuan kecil. anak perempuan kecil itu berkata, "apa yang akan terjadi jika kita memberi izin ayah? biarkan ayah pergi ke mana pun yang dia mahu! pemberi rezeki kita adalah Allah,sedangkan ayah hanya perantara rezeki kita. Allah Maha Kuasa menyampaikan rezeki kepda kita dengan perantara lainnya."


mendengar kata-kata si kecil ini, semua anggota keluarga mereka menjadisedar dan membenarkannya. mereka mengizinkan Hatim ziarah ke Baitullah. Hatim sangat bahagia. disisipkannya perbekalan safar(bepergian jauh) dan berangkat bersama kafilah haji. para tetangga datang ke rumahnya.mereka melontarkan kata-kata celaan:
"mengapa di tengah kefakiran justeru kamu membiarkannya dia berangkat safar? perjalann jauh ini akan memakn waktu beberapa bulan. dari mana kamu mendapatkan rezeki untuk menanggung keperluan hidup?" kata mereka.


keluarga itu tentu menyalahkan si kecil. mereka berbalik mencela si kecil: "seandainya kamu tidak bercakap dan menahan lisanmu waktu itu, kami tidak akan mengizinkan ayah bepergian jauh!"
si kecil sedih mencucurkan air mata mendengarnya. kemudian, dia mengangkat kepala ke langit, mengadahkan kedua tangannya dan berdoa:
" tuhanku, mereka ini terdidik dengan keutamaan dan kemuliaan dan mensyukuri nikmat-Mu, janganlah Engkau abaikan mreka dan janganlah Engkau permalukan aku di hadapan mereka!"


saat mereka kebingungan memikirkan bagaimana mendapatkan nafkah hidup,amir- pemimpin di kota itu baru kembali dari berburu. dia kehausan. para pengawalnya pergi ke pintu riumah Hatim untuk mendapatkan air. mereka mengetuk pintu rumah. lalu, isteri Hatim bertanya di balik pintu," ada urusan apa kamu?
" amir sedang berdiri di depan pintu rumah and meminta sedikit air dari anda,"jawab mereka.
wanita itu panik.dia memandang ke langit seraya berdoa: "tuhanku, semalam kami dalam kelaparan sedangkan hari ini amir memerlukan kami dan meminta air kepada kami."
kemudian wanita itu memenuhi bejana dengan air. dibawanya kepada amir sambil memohon maaf kerana bejananya terbuat daripda tanah liat.


amir bertanya kepada para pengawal,"ini rumah siapa?"
mereka menjawab:" rumah Hatim Asham, slah seorang zuhud di kota ini. kami dengar die pergi safar ke Baitullah sementara keluarganya hidup dengan kesusahan,"jawab mereka.
"kita telah menyusahakn mereka. dan meminta air dari mereka. adalah jauh dari kewibawaan jika orang seperti kita menyusahkan kaum yang lemah ini dan meletakkan beban ke bahu mereka,"kata amir itu.


segera amir membuka ikat pinggang, dilemparkannya ke dalam rumah itu dan berkata kepada para pengawalnya: "yang mencintaiku hendaknya melemparkan ikat pinggangnya ke dalam rumah."
semua pengawal melepaskannya ke dalam rumah. ketika mereka hendak pulang, amir berkata,"semoga Allah memberkati kamu, wahai keluarga! menteri ku akan hitung nilai harga semua ikat pinggang dan mngwangkannya untuk kamu."


rombongn amir pergi dan mengucapkan selamat tinggal. tak lama kemudian si menteri kembali membawa wang hasil penjualan semua ikat pinggang.
anak kecil menangis mengalami peristiwa itu."mengapa kamu menangis? seharusnya kamu bahagia sebab Allah dengn rahmatNya telah memberi keluasan kepada kita!"tanya menteri.
"saya menangis kerana semalam kami tidur dengan rasa lapar, dan hari ini seseorang datang memerhatikan kami dan memenuhi keperluan kami. jadi, setiap waktu Allah yang Maha Penyayang mencurahkan perhatianNya kepada kami. sesaat pun Dia tidak akn pernah berpalin dari kami,"jawab si gadis kecil.


kemudian dia mendoakn ayahnya,"tuhanku, sebagaimana Engkau curahkan perhatianMu kpd kami dan telah Engkau tangani urusan kami, curahkanlah kasihMu kepada ayh kami dan tanganilah urusannya."
ayahnya ketika itu berada di tengah kafilah(rombongan). tidak ada yang lebih miskin darpdnya. dia tidak mempunyai kenderaan yg dpt dia naiki dan tidak juga punya bekal yg memadai. orang2 yg mengenalinya, terkadang mmberikan bantuan kecil kpdya.


suatu malam, pemimpin kafilah tertimpa sakit berat. doktor tidak mampu mengubatinya.
"adakah orang di antara kafilah yg ahli ibadah dan sanggup mndoakn aku?" tanya pemimpin kafilah.
"Hatim Asham, lelaki tua yg zuhud. dia ada bersama kita. cepat panggil dia!"
para ghulam(pelayan laki muda) membawanya kehadapan pemimpin mereka. Htim mengucapkan salam duduk di samping pembaringannya. berkat doa Hatim, pemimpin sembuh. oleh yang demikian, pemimin amat menyukai dan memerhatikannya.


dia memerintahkan agar disediakan keneraan utk Hatim. semua pengeluaran ditanggung pemimpin itu. Hatim bersyukur kerananya. tiap malam dia bermunajat kepada Allah sebelum tidur.
suatu hari dalam tidurnya ada yg menyeru kepadanya, "wahai hatim, org yg berbuat soleh dan bersandar kepada Kami, Kami pun meliputinya dengan kurnia. kini janganlah kamu merisaukan keluarga mu krn Kami telah memberikan penghidupan kpda mereka."


dia terbangun dari tidurnya, bersyukur, dan memuji Allah. sehabis safar, anak2 nya bergegas menyambut. mereka sgt merasa bahagia melihatnya. Hatim yg sgt mncitai ank kecilnya dibandingkan kpd yg lain, mendukungnya dan menciumi wajah si gadis kecil.
si ayah berkata kepada keluarganya:" org2 kecil kalau dilihat dari segi pemahaman dan perasaannya, mereka itu sebenarnya adalah org2 besr krn memiliki keutamaan. Allah tidak memandang kepada siapa yg ma'rifatnya paling tinggi kepada Allah".


oleh itu wahai sahabat2,,renung2kanlah kisah diatas ini,,dan ambil lah pengajaran dr nya..





0 orang komen pasal cerita kat atas:

Post a Comment

 

Marlya's Blog! Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei